Jenis-jenis sablon manual

Ketahuilah! Jenis-jenis Sablon Manual

Jenis-jenis sablon manual – Jika anda sedang mencari jenis sablon kaos dengan teknik sablon manual,  berikut ini merupakan ulasan mengenai jenis sablon manual pada kategori water based maupun oil based.

Di sini kami akan tampilkan beserta contohnya dan juga deskripsinya masing-masing model sablon.

Jenis-jenis sablon manual

  • Sablon plastisol

Sablon yang satu ini merupakan jenis sablon oil-based/minyak, karakter plastisol ini cukup tebal dan juga sangat terasa unsur karetnya jika di bandingkan dengan sablon rubber. Kelebihan sablon jenis ini sangat awet dan juga tahan lama.

Walaupun awet, kelemahan plastisol ada pada kenyamanan di kaos ketika proses penyetrikaan. Sablon jenis ini tidak boleh terkena langsung oleh suhu panas contohnya seperti setrika karena akan merusak gambar sablonnya.

  • Sablon jenis high density

Sablon high density ini merupakan jenis sablon kaos yang menciptakan efek 3D pada kaos, dengan tekstur karet yang di hasilkan sablon ini juga cukup kuat dan juga akan terasa lebih timbul jika di sentuh.

Proses tinta sablon high density yang pertama ini adalah gel ataupun SUG atau straight up gloss yang selanjutnya memakai cat plastisol warna untuk pewarnaan yang di inginkan. Jenis sablon 3D ini juga sering di pakai pada produk-produk topi.

  • Sablon karet rubber

Sablon karet rubber ini terbilang cukup elastis, dapat di gunakan pada kaos yang bewarna gelap maupun terang. Teksturnya lebih lembut dan juga karakternya menutup serat kain.

  • Sablon superwhite

Superwhite ini merupakan sablon jenis water-based, sablon jenis ini kebalikan dari sablon highdensity, sablon superwhite ini mempunyai karakter menyerap kedalam serat kaos.

Tekstur sablon superwhite ini tidak terasa apabila di sentuh pada bagian sablonnya,hal tersebut di karenakan jenis sablon waterbased ini menyerap pada serat kaosnya. Karakter lain pada jenis sablon ini merupakan kaos yang anda pakai akan terasa ringan.

  • Sablon discharge

Jenis discharge ini hampir sama dengan sablon superwhite, di lapangan jenis sablon ini sering di sebut dengan sablon cabut warna. Hal tersebut di karenakan karakter dari sablon discharge, membakar dan juga menggantikan warna dasar pada kaos.

Yang membedakan dari keduannya yaitu adalah pada proses finishing atau campuranobat tambahan atau odorless. Sablon ini menambah obat odorless atau dicharge agent 6-8%.

  • Sablon pigment

Sablon pigment ini seperti superwhite, akan tetapi perbedaan yang terasa pada jenis sablon ini jika di sentuh, sablon pigment ini agak kaku, jika di bandingkan dengan superwhite yang elastis mengikuti gerak dari kaos.

Sablon pigment ini menyisakan sedikit endapan atau kerak pada kaos, walaupun disini telah di cuci pakai, endapan tersebut akan tetap menempel pada serat kainnya.

  • Sablon glow in the dark

Kaos glow in the dark / GITD ini merupakan jenis sablon yang menghasilkan efek menyala dalam gelap, cahaya ini di hasilkan dari bahan kimia phosphor yang dapat menyerap energi dan juga memancarkan cahaya.

Glow in the dark untuk kaos ini berbeda dengan glow stick, glow stick masih dalam bentuk cairan, nah sedangkan untuk pada mampu menyala cukup lama jika di bandigkan dengan sablon padat.

  • Sablon flocking

Sablon flocking merupakan sablon dengan karakter seperti beludru atau jenis sablon tersebut jika di sentuh akan merasakan partikel-partikel flocknya yang lembut.

Proses sablon flocking ini berada di proses finishing maupun ketika sablon akan di press, kertas flocking ini di tempel di atas kaos setelah itu di press dan juga di dinginkam beberapa saat lalu cabut kertas flocking pada kaos secara perlahan.

  • Foil

Proses sablon foil yang hampir sama dengan proses penyablonan flockingyang membedakannya yaitu adalah pada elemen yang di pakai.

Partikel-pertikel foil ini menempel pada plastik, pada proses yang berbeda di bandingkan dengan jenis sablon flocking di saat finishing atau pada proses penge-press-an pada bagian atas plastik foil di sisipkan kertas.

  • Foam atau cat timbul

Sablon foaming ini menghasilkan efek timbul yang bisa juga di akatakan sebagai sablon 3D, sablon jenis ini bereaksi setelah proses finishing ataupun press.

Nah setelah di press, gambar yang di sablon akan membentuk curva atau benjolan pada permukaan kaos dan juga pada bagian dalam kaos akan menghasilkan lengkungan.

Lihatlah video menarik berikut ini :

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai jenis-jenis sablon manual, semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanfaat banyak untuk anda.

Salam sukses – Konveksi seragam kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X